Tentang CBR 250 CCT (Cam Chain Tensioner atau Tensioner Adjuster)

Hello,

Penyakit yang terkenal dari CBR 250 adalah getaran yang mengganggu saat RPM tinggi (setidaknya itu yang saya rasakan selama menunggangi CiBoRi). Menurut sumber yang saya baca, di indikasikan penyebab getaran itu berasal dari rantai keteng yang tegang kendur. Juga, selain getaran yang tinggi juga suara mesin yang kasar di RPM bawah saat berakselerasi.

So, setelah iseng-iseng nyari informasi, ketemulah sebuah solusi, check this out :

Well the CCT went again, spring is shot…beyond help. The thread above can be disregarded. Use the technique in this thread instead.

So being the cheap bastard that I am, I tried to figure out another way to keep the CCT tight against the timing chain. You’ll need a 10mm bolt 20mm long and a nut and washer. Preferably stainless steel, so it doesnt rust although not terribly important.

First you have to remove the allen head that is in the center of the CCT, then tighten the worm gear against the timing chain, stick a small flathead inside the hole and turn counterclockwise. Until it doesnt go anymore. Refer to link above for info on how to do this, you have to read it, go to the bottom of the pictures.

***This next step is optional – ride the bike for a couple days until it feels the quickest, the timing chain is just like the chain to the rear sprocket, if its too tight youll lose power and the bike will rev down to quick and accelerate slower than at optimal slack ( or just back off the wormgear a bit). The reason for doing this is – the CCT is a spring and if its old it will turn the wormgear backwards . New CCT ‘s may not have this problem, but if you are experiencing inconsistent performance eg; shaky one day with absurd vibration and smooth the next, chances are it’s the CCT, it literally has a mind of its own…it’s a stupid fuc_king design. Some days the timing chain will be tight and some days it will be loose causing harmonic vibrations.***

Once you feel the bike is performing the best, insert the 10mm x 20mm bolt into the hole and finger tighten it until it wont turn anymore, then give it a little wack with a 10mm wrench just to set it in place. The nut should be on the bolt when you screw in the bolt, the washer should be between the nut and surface of the CCT. If you turn the bolt too much with the wrench its possible that you may end up loosening the CCT against the timing chain, resulting in more slack. Once the bolt is in place tighten the nut to lock the bolt in place.

The bolt you just put in will prevent the wormgear from turning or atleast slow it wayyyy down by putting pressure on it. Its been a week since I did this and its holding and running very consistently everyday so far. The famous engine vibration seems to have vanished.

Thats it, your done and you just saved 600 baht. Cost of bolt, nut and washer  : 7 baht.

Allen head on CCT – allen #5

photo0006.jpg

10mm x 20mm stainless bolt, nut and washer – the bolt on the bottom is only 10mm long i bought both because i wasnt sure how long i needed. You need 20mm length.

photo0004.jpg

Bolt, nut and washer in place on CCT

photo0005.jpg

Source : http://www.thaivisa.com/forum/topic/663312-cbr-250-cct-cam-chain-tensioner-repair-part-2/

Ide-nya unik dan murah. Intinya, agar CCT gak mengendur, dipasanglah baut penahan.
Super sekali….

Thanks,

Counter Steering Pada Motor

image

Well, guys pernahkan kalian mengalami kejadian dimana ada kendaraan di depanmu berhenti mendadak? Atau ada pedestrian yang tiba-tiba nyelonong nyebrang jalan? Atau mendadak ada lobang menganga didepan waktu nguntit bis? Yups, disaat seperti inilah refleks seorang biker diuji, bahkan gak cuma refleks, tapi juga kecepatan mengambil keputusan untuk menghindar ke arah yang aman atau melakukan hard breaking. Salah ambil keputusan ya bisa nyawa taruhannya.

Nah, agar kita bisa menghindar dengan cepat, teknik counter steering sangat bermanfaat. Apa sih counter steering? Sejauh yang saya pahami, counter steering adalah teknik mengubah arah motor dengan sedikit membelokkan stang ke arah berlawanan dari arah yang akan dituju (CMIIW). Contoh, ada objek di depan dan kita ingin menghidar ke kiri, maka pada saat kondisi motor lurus goyangan stang ke arah berlawaan (yaitu kanan), sehingga dengan sendirinya motor akan sedikit rebah ke kiri kemudian motor berbelok ke kiri seketika.

Untuk lebih jelasnya, monggo di liat video dibawah :
Countersteering Explained Easyway: http://youtu.be/4PbmXxwKbmA

Tips lain selain yang diatas adalah jangan ngebut dan keep safety riding, Guys
Cheers,

(Curhat) Tentang Servis Di AHASS

Selamat pagi,

Well, singkat cerita beberapa hari ini CiBoRi terasa kurang sehat. Kalo diajak jalan santai di RPM 5K kebawah seperti ada suara-suara kre..krek..re..krek..rrr. Curiga pertama rantai kendor, setelah dicek ternyata aman, yowis lah, ketimbang masalahnya menjalar dan tambah parah saya putuskan buat dibawa ke bengkel.

Urusan milih bengkel, top priority on my head jatuh ke bengkelnya mas Aziz (warungdohc.com), tapi kalo dari rumah kok jauhnya minta ampun, ditambah lagi kondisi badan yang masih atit akhirnya milih ke second option, yaitu sebuah bengkel di daerah Kalitirto yang katanya ajib buat CBR. Yaitu SMJ, stands from “Sumber Motor Jaya” rekomendasi dari Adhanihoree (http://adhanihoree.wordpress.com/2011/12/06/smj-sumber-motor-jaya-bengkel-recomended-buat-cbr-di-jogja/). Lokasi google map : https://goo.gl/maps/dxhCM.

Setelah muter-muter nyariin, akhirnya ketemu juga, dan ternyata Sabtu tutup, nasib -___-.
Ketimbang pusing, akhirnya diputuskan ke AHAS terdekat. Ngobrol-ngobrol sama mekanik, ternyata suspect ada di tensioner adjuster yang kendor, berhubung belum lama servis saya maunya ngencengin tensioner aja, tapi kok kepincut servis reguler tanpa ganti oli dengan request cek sana sini.

Skip, motor selesai, test ride 10 menit, bayar RP 92.000, done! Perjalanan pulang agak digeber dikit sih, soalnya tambah enak tarikannya, hehe. Hari berikutnya saya bawa muter-muter Jogja, lho kok aneh, suara aneh-aneh dateng lagi dengan symptoms yang sama tapi lebih parah. Hingga saat ini masih kejadian…what the..

Bottom line, gak cuma sekali saya mengalami hal seperti ini, servis di 3S kok malah jadi tambah gak enak. Why? Ada yang pernah ngalami kejadian serupa?

(Curhat) Galau Come True CBR 250

Tag “Curhat” yang ada dititle post ini emang saya maksudkan untuk menuliskan semua keluh kesah yang saya rasakan, yah itung-itung share pengalaman lah, sama menghidupkan blog yang dah lama gak jelas ini. Semoga saja ada manfaatnya buat pembaca.

Well, literally saya bukan penulis, jadi harap dimaklumi kalau sangat belepotan.

image

Jadi begini, dari awal tahun 2011 saya merasa motor saya (OVI) sudah mulai tak kuasa menahan bobot saya yg udah beranjak ke kepala 8, ditambah dengan KM yang udah masuk angka 50K yang tentu saja sedikit banyak mempengaruhi performa. Akhirnya saya mulai galau dan meninjau opsi untuk naik kelas, dengan limitasi budget tentunya.

Setelah menimbang-nimbang isi dompet awalnya saya pikir, “Ah belum saatnya, banyak prioritas yang lebih tinggi”. Namun awal bulan Agustus kemaren penyakit galau ini kambuh lagi, lantaran ada foto CBR 250 dengan price tag seharga R15 + 2jt di olx. “Ee buset, motor 250CC premium kok murah timen”, dalam hati saya.

Hingga akhirnya iseng tanya+nawar, lah kok kena seharga R15 OTR Jogja. “Waduh, pie ikih?”, akhirnya dengan berat hati saya ajukan proposal ke 2 HQ (Head Quarter) saya, ortu dan calon istri maksudnya, cieeee calon istri XD. Dan, wuhh ACC!!!
Sebenarnya dalam hati masih bimbang saat itu, padahal sudah gak ada aral dan rintangan yang melintang, harga extreemly low [OK], cash tempo [OK], request cek fisik [OK], so whaat? Akhirnya saya sowan ke rumah pak lik buat tanya-tanya karena pak lik dah biasa jual-beli, usut punya usut ternyata penjualnya salah satu pelanggan pak lik, walaupun langganan grosir jajanan pasar, bukan otomotif. What the… Sehingga tambah lagi 1 parameter pendukung, trusted seller [OK].

Motornya CBR 250R keluaran November 2011 dengan plat Makassar (DD), padahal domisili saya di Jogja, nyentrik kan? hahaha..

Setelah nyiapin nyali buat dateng ke rumahnya yang jual (Bejiharjo, arah Gua Pindul), bawa segepok DP kedua (DP pertama dikirim by transfer sesaat setelah nego by phone, atau disebut tanda jadi) dan sisanya di cash tempo, langsung test ride 15 menit, aaaannnnndddd….. DEAL!!!!! saya bawa deh motornya.

image

Pie? wangun to ndes? eits jangan salah, di STNK tertulis warna TNKB hitam lho ya… Emang yang punya dulu rada nyentrik.

Well, begitulah seuprit cerita yang gak dinyana-nyana ma’ tlebug.

Update selanjutnya bakalan ubahan, kekurangan, dan kelebihan sampai saat ini.

Cheers,

Trik Mencampur Bensin yang Aman

Trik Mencampur Bensin yang Aman

aditya hastungkoro:

Ternyata selama ini saya salah kaprah..

Originally posted on The Green Blog:

29c92df5f67d2ca2da48cda1f0823063

Selama ini untuk meningkatkan oktan bensin atau untuk berhemat, banyak pengguna kendaraan yang mencampurkan premium dengan pertamax. Bagaimana cara mencampur kedua jenis bensin yang berbeda ini? Apakah langsung atau tidak?

Technical Training Department PT Astra Honda Motor Winaryanto, di event Ngepot (Ngobrol Seputar Otomotif) di kantor detikcom, Kamis (26/6/2014) menuturķan saat kedua bensin itu dicampur, ada unsur di premium yang justru akan menghambat efek aditif di Pertamax.

Karena itu untuk mencampur BBM usahakan mengisi penuh tangki dulu dengan premium sebanyak 2 kali tangki penuh, kemudian sekali tangki penuh dengan mengisinya memakai pertamax.

“Sarannya justru kalau mau habis itu baru diisi Pertamax yang baru, jadi 2 kali full tank pakai premium, lanjut 1 full tank pakai pertamax. Sekali mengisi penuh pakai pertamax itu untuk membersihkan ruang bakar,” jelasnya.

Menurut Winaryanto hal yang serupa bisa dilakukan pada mobil.

Dia menambahkan dulu mencampur bensin premium dan pertamax ini mengakibatkan motor bermasalah karena adanya…

View original 134 more words

Merasakan Peningkatan Tenaga YZF-R25 + Sakura

aditya hastungkoro:

jadi ngiler…slurpp…

Originally posted on 7Leopold7:

Pada saat test ride di Ancol akhir bulan Juni lalu, selain merasakan performa R25 standard saya juga diajak untuk mengetest unit R25 yang sudah diperlengkapi dengan knalpot aftermarket Sakura.

yamahar252in (1)-001

Seperti yang sudah diberitakan di banyak media, Yamaha resmi menggandeng Akrapovic dan Sakura mengembangkan knalpot aftermarket untuk menggenjot performa R25.

2 unit R25 utk freestyle terparkir dengan rapi di area belakang test drive hehe cukup sepi dan eksklusif.

Fullscreen capture 762014 53310 PM-001

Sejenak saya dan Bro Bie Hau, pemilik R25 dengan nomer urut 1 di duniah, merangkap juragannya knalpot Prospeed memperhatikan kedua unit tersebut. Nampak ada dua jenis perbedaan header, R25 black terpasang header yg lebih kecil. Ucap Bro Bie Hau “taruhan yang item ini tarikannya lebih nampol”

Sabarrrr… Saya mencoba dulu R25 merah yang headernya terlihat lebih besar.

Engine on….

Dibandingkan dengan knalpot standard suara terasa lebih lantang menantang, namun tetap utuh membulat. Saat ditarik menuju batas limiter karakter suara solid dan tidak pecah.

Fullscreen capture 762014 53041 PM

Saat masuk…

View original 376 more words

Pemilik ninja 250 cc lawas beralih ke R25, monggo pertimbangkan hal berikut (sayang loh…)

aditya hastungkoro:

Bener juga yah…

Originally posted on Smartfaiz:

image

Langsung pake simulasi saja ya… ninja SF keluaran 2009 KM masih 5000an kondisi velg dan ban sudah lebar, knalpot sudah aftermarket, jika dijual dihargai 38jt . Kalau mau cepet laku karena saking kesemsemnya sama R25 bisa dijual 35jt. Jadi perlu nambah 18jt untuk meminang R25. Coba bayang kan apa yang bisa dapat dengan perbedaan tersebut…

View original 223 more words