Belajar Reactive Programing pada Android (RxJava)

Beberapa hari ini saya menghabiskan waktu untuk mempelajari hal yang sangat baru bagi saya, yaitu reactive programming. Metodologi atau paradigma reactive programming tidak pernah saya temui di pemrograman game, setidaknya selama saya bekerja diindustri game 6 tahun belakangan ini. Sehingga agak sulit untuk saya memahaminya karena pada prinsipnya agak berbeda dari pemrograman imperatif.

Berikut ini ada beberapa artikel atau tutorial yang saya gunakan untuk mempelajari reactive programming dan RxJava pada Android, semoga membantu teman-teman yang mempunyai masalah yang sama seperti saya :

  1. https://blog.redelastic.com/what-is-reactive-programming-bc9fa7f4a7fc
  2. https://medium.com/@ocittwo/belajar-reactivex-programming-ab1b55c1369b
  3. https://medium.com/@rohmanhakim/mengulik-reactive-programming-di-android-bagian-1-916b111c5597
  4. https://code.tutsplus.com/tutorials/getting-started-with-rxjava-20-for-android–cms-28345
  5. https://www.mnafian.net/kenalan-dengan-rxjava-dan-rxandroid-part-i/#more-324
  6. Perbedaan RxJava 1 dan RxJava 2 :

To be continued…

Advertisements

CBR 250 Modif Touring

Beberapa minggu ini malam-malamku terusik kembali dengan sesosok motor yang membuat hasrat seksual biker saya memuncak lagi. Bahkan sampai saya sempet-sempetin nulis di blog pribadi saya ini, blog gak jelas yang gak pernah diurusi, hebat pokokke desiran hasratnya hahahaha… Bukan CBR 250 RR, CBR 150R new, Xabre atau yang lain yang lagi booming sekarang sih, cuma sekedar motor lawas yang cukup langka pun sparepartnya susah ūüėā. Sebenarnya motor ini sekarang saya pelihara, tapi sayangnya istri mewajibkan untuk ngejual gara-gara crash dua kali. Padahal mesin masih maknyus bingit, dan ban masih kinyis-kinyis yang depan.

image

Well, sekilas flashback, saya sempat dua kali crash tahun lalu, dan yang bikin trauma adalah kedua crash tersebut terjadi hanya selang waktu 2 bulan, dan 2 bulan sebelum nikah. Traumanya sebenarnya bukan saya yang ngrasain sih, tapi lebih ke orang tua sama calon istri pada waktu itu… Hahaha… Saya sendiri sih gak gitu ngerasa trauma naik motor, walaupun tulang selangka kanan saya patah dua kali, dan yang terakhir harus dikawat (Gatotkaca tenan nek saiki).

So, inilah wujud motor yang saya temui di jagad Internet yang sukses bikin saya ngowoh-owoh lagi. Semoga gak ketahuan istri dan segera bisa terwujud entah kapan (kalo gak berubah pikiran). Pict dari OLX.

image

image

image

image

image

image

image

Apa sih yang bikin saya ngebet banget pengen pelihara kayak begituan lagi? Saya sendiri juga bingung, tapi kemungkinan karena saya belum puas ngerasain hasil modif CiBoRi jadi street fighter yang harus dibalikin lagi jadi standar setelah crash kedua (crash kedua terjadi 3 hari setelah modif SF, jengkel juga sih, apalagi crash dua-duanya terjadi karena kesalahan orang lain).

Yap, begitulah sengkat cerita curahan hati saya…
Thanks for reading and the comments…

Tentang CBR 250 CCT (Cam Chain Tensioner atau Tensioner Adjuster)

Hello,

Penyakit yang terkenal dari CBR 250 adalah getaran yang mengganggu saat RPM tinggi (setidaknya itu yang saya rasakan selama menunggangi CiBoRi). Menurut sumber yang saya baca, di indikasikan penyebab getaran itu berasal dari rantai keteng yang tegang kendur. Juga, selain getaran yang tinggi juga suara mesin yang kasar di RPM bawah saat berakselerasi.

So, setelah iseng-iseng nyari informasi, ketemulah sebuah solusi, check this out :

Well the CCT went again, spring is shot…beyond help. The thread above can be disregarded. Use the technique in this thread instead.

So being the cheap bastard that I am, I tried to figure out another way to keep the CCT tight against the timing chain. You’ll need a 10mm bolt 20mm long and a nut and washer. Preferably stainless steel, so it doesnt rust although not terribly important.

First you have to remove the allen head that is in the center of the CCT, then tighten the worm gear against the timing chain, stick a small flathead inside the hole and turn counterclockwise. Until it doesnt go anymore. Refer to link above for info on how to do this, you have to read it, go to the bottom of the pictures.

***This next step is optional – ride the bike for a couple days until it feels the quickest, the timing chain is just like the chain to the rear sprocket, if its too tight youll lose power and the bike will rev down to quick and accelerate slower than at optimal slack ( or just back off the wormgear a bit). The reason for doing this is – the CCT is a spring and if its old it will turn the wormgear backwards . New CCT ‘s may not have this problem, but if you are experiencing inconsistent performance eg; shaky one day with absurd vibration and smooth the next, chances are it’s the CCT, it literally has a mind of its own…it’s a stupid fuc_king design. Some days the timing chain will be tight and some days it will be loose causing harmonic vibrations.***

Once you feel the bike is performing the best, insert the 10mm x 20mm bolt into the hole and finger tighten it until it wont turn anymore, then give it a little wack with a 10mm wrench just to set it in place. The nut should be on the bolt when you screw in the bolt, the washer should be between the nut and surface of the CCT. If you turn the bolt too much with the wrench its possible that you may end up loosening the CCT against the timing chain, resulting in more slack. Once the bolt is in place tighten the nut to lock the bolt in place.

The bolt you just put in will prevent the wormgear from turning or atleast slow it wayyyy down by putting pressure on it. Its been a week since I did this and its holding and running very consistently everyday so far. The famous engine vibration seems to have vanished.

Thats it, your done and you just saved 600 baht. Cost of bolt, nut and washer  : 7 baht.

Allen head on CCT – allen #5

photo0006.jpg

10mm x 20mm stainless bolt, nut and washer – the bolt on the bottom is only 10mm long i bought both because i wasnt sure how long i needed. You need 20mm length.

photo0004.jpg

Bolt, nut and washer in place on CCT

photo0005.jpg

Source : http://www.thaivisa.com/forum/topic/663312-cbr-250-cct-cam-chain-tensioner-repair-part-2/

Ide-nya unik dan murah. Intinya, agar CCT gak mengendur, dipasanglah baut penahan.
Super sekali….

Thanks,

Counter Steering Pada Motor

image

Well, guys pernahkan kalian mengalami kejadian dimana ada kendaraan di depanmu berhenti mendadak? Atau ada pedestrian yang tiba-tiba nyelonong nyebrang jalan? Atau mendadak ada lobang menganga didepan waktu nguntit bis? Yups, disaat seperti inilah refleks seorang biker diuji, bahkan gak cuma refleks, tapi juga kecepatan mengambil keputusan untuk menghindar ke arah yang aman atau melakukan hard breaking. Salah ambil keputusan ya bisa nyawa taruhannya.

Nah, agar kita bisa menghindar dengan cepat, teknik counter steering sangat bermanfaat. Apa sih counter steering? Sejauh yang saya pahami, counter steering adalah teknik mengubah arah motor dengan sedikit membelokkan stang ke arah berlawanan dari arah yang akan dituju (CMIIW). Contoh, ada objek di depan dan kita ingin menghidar ke kiri, maka pada saat kondisi motor lurus goyangan stang ke arah berlawaan (yaitu kanan), sehingga dengan sendirinya motor akan sedikit rebah ke kiri kemudian motor berbelok ke kiri seketika.

Untuk lebih jelasnya, monggo di liat video dibawah :
Countersteering Explained Easyway: http://youtu.be/4PbmXxwKbmA

Tips lain selain yang diatas adalah jangan ngebut dan keep safety riding, Guys
Cheers,

(Curhat) Tentang Servis Di AHASS

Selamat pagi,

Well, singkat cerita beberapa hari ini CiBoRi terasa kurang sehat. Kalo diajak jalan santai di RPM 5K kebawah seperti ada suara-suara kre..krek..re..krek..rrr. Curiga pertama rantai kendor, setelah dicek ternyata aman, yowis lah, ketimbang masalahnya menjalar dan tambah parah saya putuskan buat dibawa ke bengkel.

Urusan milih bengkel, top priority on my head jatuh ke bengkelnya mas Aziz (warungdohc.com), tapi kalo dari rumah kok jauhnya minta ampun, ditambah lagi kondisi badan yang masih atit akhirnya milih ke second option, yaitu sebuah bengkel di daerah Kalitirto yang katanya ajib buat CBR. Yaitu SMJ, stands from “Sumber Motor Jaya” rekomendasi dari Adhanihoree (http://adhanihoree.wordpress.com/2011/12/06/smj-sumber-motor-jaya-bengkel-recomended-buat-cbr-di-jogja/). Lokasi google map :¬†https://goo.gl/maps/dxhCM.

Setelah muter-muter nyariin, akhirnya ketemu juga, dan ternyata Sabtu tutup, nasib -___-.
Ketimbang pusing, akhirnya diputuskan ke AHAS terdekat. Ngobrol-ngobrol sama mekanik, ternyata suspect ada di tensioner adjuster yang kendor, berhubung belum lama servis saya maunya ngencengin tensioner aja, tapi kok kepincut servis reguler tanpa ganti oli dengan request cek sana sini.

Skip, motor selesai, test ride 10 menit, bayar RP 92.000, done! Perjalanan pulang agak digeber dikit sih, soalnya tambah enak tarikannya, hehe. Hari berikutnya saya bawa muter-muter Jogja, lho kok aneh, suara aneh-aneh dateng lagi dengan symptoms yang sama tapi lebih parah. Hingga saat ini masih kejadian…what the..

Bottom line, gak cuma sekali saya mengalami hal seperti ini, servis di 3S kok malah jadi tambah gak enak. Why? Ada yang pernah ngalami kejadian serupa?

(Curhat) Galau Come True CBR 250

Tag “Curhat” yang ada dititle post ini emang saya maksudkan untuk menuliskan semua keluh kesah yang saya rasakan, yah itung-itung share pengalaman lah, sama menghidupkan blog yang dah lama gak jelas ini. Semoga saja ada manfaatnya buat pembaca.

Well, literally saya bukan penulis, jadi harap dimaklumi kalau sangat belepotan.

image

Jadi begini, dari awal tahun 2011 saya merasa motor saya (OVI) sudah mulai tak kuasa menahan bobot saya yg udah beranjak ke kepala 8, ditambah dengan KM yang udah masuk angka 50K yang tentu saja sedikit banyak mempengaruhi performa. Akhirnya saya mulai galau dan meninjau opsi untuk naik kelas, dengan limitasi budget tentunya.

Setelah menimbang-nimbang isi dompet awalnya saya pikir, “Ah belum saatnya, banyak prioritas yang lebih tinggi”. Namun awal bulan Agustus kemaren penyakit galau ini kambuh lagi, lantaran ada foto CBR 250 dengan price tag seharga R15 + 2jt di olx. “Ee buset, motor 250CC premium kok murah timen”, dalam hati saya.

Hingga akhirnya iseng tanya+nawar, lah kok kena seharga R15 OTR Jogja. “Waduh, pie ikih?”, akhirnya dengan berat hati saya ajukan proposal ke 2 HQ (Head Quarter) saya, ortu dan calon istri maksudnya, cieeee calon istri XD. Dan, wuhh ACC!!!
Sebenarnya dalam hati masih bimbang saat itu, padahal sudah gak ada aral dan rintangan yang melintang, harga extreemly low [OK], cash tempo [OK], request cek fisik [OK], so whaat? Akhirnya saya sowan ke rumah pak lik buat tanya-tanya karena pak lik dah biasa jual-beli, usut punya usut ternyata penjualnya salah satu pelanggan pak lik, walaupun langganan grosir jajanan pasar, bukan otomotif. What the… Sehingga tambah lagi 1 parameter pendukung, trusted seller [OK].

Motornya CBR 250R keluaran November 2011 dengan plat Makassar (DD), padahal domisili saya di Jogja, nyentrik kan? hahaha..

Setelah nyiapin nyali buat dateng ke rumahnya yang jual (Bejiharjo, arah Gua Pindul), bawa segepok DP kedua (DP pertama dikirim by transfer sesaat setelah nego by phone, atau disebut tanda jadi) dan sisanya di cash tempo, langsung test ride 15 menit, aaaannnnndddd….. DEAL!!!!! saya bawa deh motornya.

image

Pie? wangun to ndes? eits jangan salah, di STNK tertulis warna TNKB hitam lho ya… Emang yang punya dulu rada nyentrik.

Well, begitulah seuprit cerita yang gak dinyana-nyana ma’ tlebug.

Update selanjutnya bakalan ubahan, kekurangan, dan kelebihan sampai saat ini.

Cheers,

Trik Mencampur Bensin yang Aman

Trik Mencampur Bensin yang Aman

Ternyata selama ini saya salah kaprah..

The Green Blog

29c92df5f67d2ca2da48cda1f0823063

Selama ini untuk meningkatkan oktan bensin atau untuk berhemat, banyak pengguna kendaraan yang mencampurkan premium dengan pertamax. Bagaimana cara mencampur kedua jenis bensin yang berbeda ini? Apakah langsung atau tidak?

Technical Training Department PT Astra Honda Motor Winaryanto, di event Ngepot (Ngobrol Seputar Otomotif) di kantor detikcom, Kamis (26/6/2014) menuturń∑an saat kedua bensin itu dicampur, ada unsur di premium yang justru akan menghambat efek aditif di Pertamax.

Karena itu untuk mencampur BBM usahakan mengisi penuh tangki dulu dengan premium sebanyak 2 kali tangki penuh, kemudian sekali tangki penuh dengan mengisinya memakai pertamax.

‚ÄúSarannya justru kalau mau habis itu baru diisi Pertamax yang baru, jadi 2 kali full tank pakai premium, lanjut 1 full tank pakai pertamax. Sekali mengisi penuh pakai pertamax itu untuk membersihkan ruang bakar,‚ÄĚ jelasnya.

Menurut Winaryanto hal yang serupa bisa dilakukan pada mobil.

Dia menambahkan dulu mencampur bensin premium dan pertamax ini mengakibatkan motor bermasalah karena adanya…

View original post 134 more words